Minggu, 09 Oktober 2016

Teknologi Li-Fi



TEKNOLOGI LI-FI

Siapa yang tidak kenal dengan teknologi Wi-Fi? Banyak pengguna gadget yang memanfaatkan jaringan Wi-Fi untuk browsing internet maupun juga bertukar data secara wireless. Dan bahkan saat ini sudah banyak kita jumpai tempat-tempat umum yang menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis dengan kecepatan tinggi.
Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas secara singkat tentang Apa itu Teknologi Li-Fi? Oke, tidak usah panjang lebar lagi mari kita simak ulasan berikut ini. Cekidot!! :D

Sumber gambar: http://www.blogmatics.com

Apa itu Teknologi Li-Fi ??

Li-Fi atau Light Fidelity merupakan teknologi jaringan nirkabel yang mentransmisikan data dengan kecepatan yang mampu melebihi kecepatan transfer data dari Wi-Fi. Berbeda dengan Wi-Fi yang menggunakan media gelombang frekuensi radio, Li-Fi menggunakan media gelombang cahaya optik (visible light spectrum) yang berkedip-kedip dalam hitungan nanosecond untuk media transmisi data. 
Teknologi Li-Fi pertama kali dikembangkan oleh seorang professor asal Jerman, Harald Haas dari University of Edinburg pada tahun 2011. Haas memiliki sebuah ide untuk menggunakan media lampu sebagai router nirkabel. Dan saat ini, teknologi Li-Fi sedang dalam tahap uji coba yang diselenggarakan oleh sebuah Startup asal Estonia, Velmenni. Uji coba tersebut dilakukan di beberapa lokasi industrial dan perkantoran dengan sebuah perangkat wireless. Yang paling mengejutkan dalam pengujian tersebut, Li-Fi mampu menembus kecepatan 1 Gbps (Gigabytes per second). Dan untuk uji coba ini juga dilakukan didalam laboratorium kecepatan Li-Fi mampu mencapai hingga 224 Gbps. Tentunya Li-Fi menjadi 100 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan kecepatan jaringan Wi-Fi. 

Cara Kerja Teknologi Li-Fi

Untuk cara kerja dari Li-Fi jika kita lihat sebenarnya sangat sederhana. Sebuah alat yang bernama Lamp Driver akan mengkonversi data secara digital ke lampu LED (Light Emitting Diode). Sementara itu, penerima akan dilengkapi alat photo detector untuk mengkonversi cahaya tersebut menjadi cahaya digital yang akan di baca oleh komputer.


Sehingga dapat kita bayangkan, jika terdapat banyak lampu yang menyala bersama-sama maka akan membuat kecepatan transfer data yang dikirim akan semakin lebih besar. Karena menurut teori spektrum, kemampuan lampu cahaya 10.000 lebih besar jika dibandingkan spektrum gelombang radio yang digunakan pada jaringan Wi-Fi.
Selain mampu mentransmisikan data dengan kecepatan yang sangat tinggi, Kelebihan lainnya yang dimiliki teknologi Li-Fi adalah diantaranya lebih mudah mengakses internet di berbagai wilayah, bahkan di wilayah terpencil sekalipun. Tidak akan terpengaruh oleh faktor cuaca, karena Li-Fi hanya menggunakan media pencahayaan untuk dapat mengakses internet dengan kecepatan tinggi. Serta sama sekali tidak akan berpengaruh terhadap sinyal radio, sehingga bisa digunakan di tempat yang rentan terhadap gangguan sinyal radio, contohnya seperti didalam pesawat terbang.
Teknologi Li-Fi juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu karena menggunakan media cahaya, teknologi Li-Fi tidak seperti Wi-Fi yang mampu menembus dinding. Sehingga jaringan Li-Fi ini memiliki keterbatasan untuk cakupan wilayahnya. Namun demikian, jaringan ini masih bisa digunakan didalam rumah maupun di kantor. Serta untuk saat ini Li-Fi belum bisa di luar ruangan yang terkena sinar cahaya matahari secara langsung, karena dapat mempengaruhi sinyal Li- Fi itu sendiri.
Dibalik semua kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya,teknologi Li-Fi ini diprediksi akan menjadi teknologi yang ramah lingkungan dan efisien di masa depan nanti. Karena selain sebagai penerangan rumah atau kantor, lampu LED juga dapat dimanfaatkan sebagai media bagi Li-Fi untuk menciptakan jaringan internet wireless yang berkecepatan tinggi.
Oke, sekian ulasan mengenai Teknologi Li-Fi. Semoga Informasi ini bermanfaat bagi kita semua...

                - https://id.wikipedia.org/wiki/Li-Fi
                -  Dikutip dari berbagai sumber
Share:

Rabu, 05 Oktober 2016

Cinema 3D

Sumber gambar: www.iconarchive.com

CINEMA 3-DIMENSI

Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas secara singkat tentang Apa itu Cinema 3 Dimensi? Oke, tidak usah panjang lebar lagi mari kita simak ulasan berikut ini. Cekidot!! :D
Mari kita mulai dengan istilah Dimensi. Ada beberapa pendapat tentang definisi dari Dimensi, salah satunya yaitu: Dimensi adalah jumlah informasi yang diperlukan untuk menandai koordinat suatu peristiwa.
Cinema 3D, kualitas 3D memberikan tayangan tiga dimensi atau terlihat lebih nyata dengan menggunakan bantuan alat kacamata khusus. Jika tidak menggunakan kacamata khusus 3D gambar akan terlihat blur atau buram. Kacamata yang sering digunakan pada format film 3D adalah Red/Cyan dimana (Red) di kiri dan (Cyan/Biru) di kanan. kelemahannya adalah film format 3D tidak disertai dengan terjemahan atau subtitle dikarenakan jika disertai subtitle akan mengurangi kualitas film sebesar 10% .
Pada penayangan film 3D menggunakan dua proyektor yaitu Interlocking atau dengan menggunakan satu proyektor tetapi memiliki dua lensa. Beberapa merk proyekor yang sering digunakan pada sinema digital adalah Barco, Sony, Kinoton, dan Christie.

  • Berikut ini beberapa system penayangan Sinema Digital pada film 3D :

1.   Real D adalah system 3D yang digunakan karena efek 3D yang dihasilkan akan terus stabil tidak akan mengurangi kualitas film jika ditonton pada posisi kepala menunduk atau mendongak. Dikarenakan teknologi yang pakai menggunakan Circular Polarization yang terdapat di lensa kacamata dan perangkat yang berfungsi sebagai pengatur pencahayaan yang terpasang di optic proyektor. Didepan lensa proyektor, Real D memasang filter polarisasi. Silver screen merupakan layar khusus pada system Real D.

2.   Dolby 3D dengan menggunakan teknologi Colorwheel yang terdapat beberapa filter berwarna dengan fungsi mentransmisikan gambar dengan macam-macam level gelombang cahaya berguna dalam menayangkan efek gambar 3D. Pada Dolby 3D dipasang cakram spectrum warna didepan lampu proyektor untuk memodifikasi proyektor digital.

3.    IMAX 3D merupakan suatu perusahaan bidang teknologi bioskop dimana awalnya hanya ikut dalam penayangan serta pengambilan gambar yang ber-resolusi lebih tinggi 35 mm pada format filmnya yaitu 70 mm proyektor untuk penayangan dan 65 mm film negative pada kamera IMAX. Perkembangan teknologi membuat kualitas gambar menjadi lebih baik dari 2K dalam 2 proyektor menjadi 4K dalam satu proyektor.

4.    Grafika 3D adalah representasi dari data geometrik 3 dimensi sebagai hasil dari pemrosesan dan pemberian efek cahaya terhadap grafika komputer 2D. Data matematis ini belum bisa dikatakan sebagai gambar grafis hingga saat ditampilkan secara visual pada layar komputer atau printer. Secara umum prinsip yang dipakai mirip dengan grafika komputer 2D, dalam hal penggunaan algoritma, grafika vektor, dan grafika rasternya. Proses penampilan suatu model matematis ke bentuk citra 2D biasanya dikenal dengan proses 3D rendering.

Software animasi 3D mempunyai fasilitas dan kemampuan yang canggih untuk membuat animasi 3 dimensi. Fasilitas dan kemampuan tersebut antara lain, membuat obyek 3D, pengaturan gerak kamera, pemberian efek, import video dan suara, serta masih banyak lagi. Beberapa software animasi 3D mempunyai kemampuan khusus, misalnya untuk animasi figure(manusia), animasi landscape (pemandangan), animasi title (judul), dll.


Oke, sekian ulasan mengenai Teknologi 3 Dimensi. Semoga Informasi ini bermanfaat bagi kita semua...

Share:

Minggu, 02 Oktober 2016

Cinema 4D



CINEMA 4-DIMENSI

Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas secara singkat tentang Apa itu 4 Dimensi? Oke, tidak usah panjang lebar lagi mari kita simak ulasan berikut ini. Cekidot!! :D
Mari kita mulai dengan istilah Dimensi. Ada beberapa pendapat tentang definisi dari Dimensi, salah satunya yaitu: Dimensi adalah jumlah informasi yang diperlukan untuk menandai koordinat suatu peristiwa.


Pengertian  4D (4 Dimensi) adalah gambar 3D, yaitu gambar yang timbul pada suatu bidang, (misal: kertas, kain, tembok, dsb.) maka dapat dilihat hampir dari sudut 180 derajat dengan sangat baik. Dari gambar 3D itu, diberikan efek sesuai jenis/temanya. Misalnya efek sinar matahari, efek air mengalir, efek hujan atau angin, dll. Maka combinasi dari gambar 3D dengan efek nyata yang diberikan maka akan menghasilkan suatu dimensi baru yang disebut 4D (4 Dimensi).

Teknologi yang Digunakan: 
Teknologi yang digunakan pada film 4D pun sangatlah mumpuni dan berkualitas. Tidak berbeda jauh dengan format 3D, hanya saja efek dari film 4D ini, bukan hanya gambarnya saja yang keluar atau berasa hidup, melainkan ada getaran-getaran atau efek-efek nyata yg dihasilkan. Misalnya saja film-film animasi bertema kehidupan alam, ketika adegan di air, maka ada air yang menyipratkannya ke wajah kita, atau uap air menetes. Lalu ketika adegan gempa bumi, maka kursi yang kita duduki akan bergetar juga, memang unik dan mengasyikan.

Sumber gambar: www.varia.id

Film berformat seperti ini tidak hanya mengacu pada layar bioskop saja, melainkan beberapa aplikasi media seperti penggerak kursi yang menghasilkan getaran, uap air, serta beberapa efek lainnya, termasuk AC yang bisa tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin saat adegan salju, dan Heater yang dapat memanas saat adegan padang pasir.
Banyak Cinema yang menayangkan film 4D sehingga penonton seolah-olah merasakan berada di dalam setting film tersebut. Cinema yang menayangkan film 4D memiliki ruang teater khusus yang dilengkapi dengan kursi yang dapat bergerak dan detil-detil efek lainnya .


Oke, sekian ulasan mengenai Teknologi 4 Dimensi. Semoga Informasi ini bermanfaat bagi kita semua...

Sumber : - https://stely-novenus.blogspot.co.id
                 - https://www.youtube.com/
Share:

Perkembangan Digital Cinema


PERKEMBANGAN DIGITAL CINEMA
Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas secara singkat tentang Perkembangan Digital Cinema di dunia. Banyak orang sering mendengar kata Digital Cinema. Sebelum membahas mengenai Perkembangan Digital Cinema. Pertama-tama Tahukah kalian Apa itu Digital Cinema? Oke, mari kita baca ulasan berikut ini.
                Sinema Digital atau sering disebut Digital Cinema merupakan sebuah terobosan atau penggunaan Teknologi Digital untuk menayangkan atau mendistribusikan gambar, animasi maupun film. Menurut Michael pada tahun 2003’, Digital Cinema adalah sebuah konsep, sebuah sistem lengkap, meliputi seluruh rantai produksi film dari akuisisi dengan kamera digital untuk pasca-produksi, distribusi ke semua pameran, dengan bit dan byte bukan 35mm gulungan.
Digital Cinema unggul dalam hal kualitas suara dan visualisasi. Kualitas suaranya menggunakan sistem suara Dolby Surround serta Visualisasi gambarnya sangat jernih seperti di televisi ataupun di bioskop.


Dalam perkembangannya, untuk menayangkan dalam bentuk Digital Cinema, diperlukan proyektor yang berkualitas tinggi sehingga menghasilkan visualisasi yang baik. Terdapat dua jenis proyektor yang dapat digunakan untuk menayangkan Digital Cinema, yaitu proyektor DLP (Digital Light Processing) dan DCI (Digital Cinema Initiative). Proyektor DLP pertama kali dikembangkan oleh perusahaan Texas Instrument. Ada tiga pabrik yang telah memiliki lisensi untuk memproduksi teknologi sinema DLP yaitu Christie Digital Systems, Barco, dan NEC. Christie. 
Proyektor DLP memiliki resolusi 1280×1024 atau setara dengan 1.3 megapiksel. Lalu, yang kedua ada Proyektor DCI dibuat oleh perusahaan Digital Cinema Initiatives, Proyektor ini memiliki dua jenis spesifikasi, yaitu 2K (2048×1080) atau setara 2.2 MP pada 24 atau 48 bingkai dan 4K (4096×2160) atau setara dengan 8.85 MP pada 24 bingkai per detik.
Jadi pada akhir 1990-an, Digital Cinema memegang peranan penting pada proses pembuatan film modern yang awal mulanya hanya menggunakan pita seluloid dengan biaya yang cukup mahal. Sebelumnya film masih berbentuk naskah, rancangan logis, diambil dan disimpan sebagai gambar selama peluncuran produksi. Kemudian dirakit sebagai kombinasi gambar, lalu digabungkan dan disunting.
Setelah hadirnya masa digital, kini perfilman menjadi semakin berkembang. Jenis gambar yang dihasilkan kini sangat berbeda bila dibandingkan dengan sebelum masa digital. Gambar yang dihasilkan serta efek-efek yang ada dalam film sekarang jauh lebih bagus (lebih berkualitas). Dari hal ini dapat dipastikan bahwa masyarakat akan lebih senang menikmatinya, terlebih lagi untuk masa mendatang.

Oke, sekian ulasan mengenai Perkembangan Digital Cinema. Semoga Informasi ini bermanfaat bagi kita semua...

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sinema_digital
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

EXPONEN

EXPONEN
Est. 2016